Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Opini

Menurunnya Etika Sopan Santun di Kalangan Remaja

×

Menurunnya Etika Sopan Santun di Kalangan Remaja

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
Example 468x60

Oleh: Muhammad Rafly Arifin, Mahasiswa Prodi Manajemen Dakwah UIN Salatiga

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati nilai-nilai moral dan etika.” Ungkapan tersebut mengingatkan kita bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga oleh kualitas karakter generasi mudanya. Di era digital saat ini, teknologi dan media sosial berkembang dengan sangat pesat dan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja. Berbagai kemudahan dapat diperoleh melalui teknologi, mulai dari akses informasi hingga komunikasi yang cepat dan praktis. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul fenomena yang cukup memprihatinkan, yaitu menurunnya etika dan sopan santun di kalangan remaja.

Example 300x600

Fenomena ini dapat ditemukan dalam berbagai lingkungan, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Tidak sedikit remaja yang mulai menunjukkan sikap kurang menghormati orang tua dan guru. Dalam berkomunikasi, sebagian remaja menggunakan bahasa yang kurang santun dan cenderung mengabaikan norma kesopanan. Selain itu, perkembangan media sosial turut memengaruhi cara remaja berinteraksi dengan orang lain. Kemudahan dalam menyampaikan pendapat sering kali membuat sebagian remaja merasa bebas untuk berkomentar tanpa mempertimbangkan etika dan dampaknya terhadap orang lain.

Idealnya, remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki karakter yang baik, menghormati orang yang lebih tua, serta mampu menjaga sikap dan tutur kata dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan teknologi seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan wawasan dan memperluas pengetahuan, bukan justru mengurangi nilai-nilai kesopanan yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Remaja juga diharapkan mampu menerapkan nilai moral dan akhlak dalam setiap interaksi, baik secara langsung maupun melalui media digital.

Namun, realitas yang terjadi menunjukkan kondisi yang berbeda. Masih banyak remaja yang menggunakan bahasa kasar, mengabaikan nasihat orang tua maupun guru, serta menunjukkan perilaku yang kurang mencerminkan etika yang baik. Di media sosial, misalnya, sering ditemukan komentar yang berisi hinaan, ejekan, atau perundungan terhadap orang lain. Bahkan, sebagian remaja menganggap perilaku tersebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi tanpa menyadari bahwa tindakan tersebut dapat merugikan dan menyakiti pihak lain. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembinaan karakter dan akhlak masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Menurunnya etika dan sopan santun pada remaja tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai faktor yang memengaruhinya, seperti lingkungan pergaulan, kurangnya pengawasan orang tua, serta paparan konten digital yang tidak sesuai dengan nilai moral. Selain itu, kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan pendidikan karakter dapat menyebabkan remaja lebih mudah meniru perilaku negatif yang mereka lihat di internet. Akibatnya, nilai-nilai seperti rasa hormat, empati, dan kepedulian terhadap sesama menjadi semakin berkurang.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan peran aktif dari berbagai pihak. Orang tua harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Sekolah juga perlu memperkuat pendidikan karakter agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Selain itu, masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan akhlak yang baik bagi generasi muda. Di sisi lain, remaja sendiri harus memiliki kesadaran untuk menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak serta menjaga etika dalam setiap bentuk komunikasi.

Pada akhirnya, etika dan sopan santun merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Kemajuan teknologi memang tidak dapat dihindari, tetapi nilai-nilai moral harus tetap dijaga dan dilestarikan. Remaja yang berkarakter baik akan mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa meninggalkan norma dan akhlak yang berlaku. Oleh karena itu, pembentukan etika dan sopan santun harus menjadi tanggung jawab bersama agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam moral dan akhlak.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *