Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Mimbar PelajarPendidikan

Seberapa Siap Guru Indonesia di Era Digital?

×

Seberapa Siap Guru Indonesia di Era Digital?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Putri Syakseiah MahiraswaraSantri-Murid Kelas XI Pesantren-Sekolah Alam Planet Nufo Rembang asal Karawang

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pembelajaran berarti proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Pada dasarnya, inti dari kegiatan ini adalah hubungan interaksi antara pengajar, yang diajar, dan sumber belajar pada suatu lingkungan. Seiring dengan berkembangnya zaman, terutama pada abad ke-21 ini, metode pembelajaran terus diubah untuk memenuhi tuntutan dan standar zaman tersebut. Tentunya semua perubahan itu memiliki suatu tujuan. Yakni menciptakan proses yang mendidik secara efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Example 300x600

Di bumi ini, ada banyak sekali tenaga pendidik. Bahkan berdasarkan data terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Badan Pusat Statistik (BPS), di Indonesia sendiri ada 3,87 juta tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan. Dengan angka sebanyak ini dapat menunjukkan bahwa peran guru itu penting untuk generasi di masa mendatang.

Namun, kembali lagi ke masa kini, ketika teknologi digital terus berkembang pesat. Di sinilah muncul sejumlah pertanyaan. Seperti, apakah para tenaga pendidik ini siap dengan transformasi zaman? Seberapa siapkah mereka beradaptasi dengan sistem, media, dan perangkat digital yang terus berkembang? Dan yang tak kalah penting, apakah dunia pendidikan Indonesia benar-benar telah beradaptasi dengan zaman digital ini?

Berdasarkan data dari kementerian terkait hingga akhir 2024, hanya ada sekitar 40% hingga 50% guru di Indonesia yang dapat dikategorikan benar-benar siap dan terampil dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Sementara itu, selebihnya masih dalam tahap adaptasi atau memiliki literasi digital tingkat dasar.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kurang tanggapnya seorang pengajar dalam literasi digital. Seperti keterbatasan akses internet dan perangkat di beberapa daerah, perbedaan generasi, minimnya dukungan teknis dari sekolah, dan kurangnya pelatihan TIK yang berkelanjutan.

Kurang tanggapnya seorang pengajar dalam zaman digitalisasi ini tentunya juga dapat mengundang sejumlah masalah. Salah satunya adalah siswa kurang mendapat pengalaman belajar interaktif. Padahal, pembelajaran abad ke-21 menuntut keterlibatan aktif, diskusi, serta pemanfaatan teknologi secara optimal. Pada akhirnya, di dalam dunia perkuliahan dan dunia kerja nanti, kompetensi digital ini esensial. Akan sangat disayangkan jika para generasi muda ini tak terlatih sejak dini untuk berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.

Memang, menyadari zaman yang terus berubah adalah pengalaman menyenangkan sekaligus mengerikan. Tak semuanya dapat segera beradaptasi, tentu ada sebagian yang sedikit tertinggal. Namun, bukan berarti sebagian tenaga pendidik lain tidak memiliki keinginan untuk beradaptasi.

Melalui program pembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK), pemerintah terus berusaha meningkatkan angka persentase tersebut. Pada tahun 2024, antusiasme guru sangat tinggi. Terbukti dengan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 300.000 guru yang mengikuti pelatihan kompetensi digital dari level literasi hingga kreasi. Selain itu, puluhan ribu guru juga bergabung dalam program “Guru Penggerak” yang salah satu pilar utamanya adalah penguasaan teknologi pembelajaran masa kini. Dengan adanya program ini, dapat dilihat bahwa keinginan adaptasi itu ada, meski hasilnya tidaklah instan.

Dari jumlah pendaftar yang mengikuti kegiatan tersebut, dapat dilihat bahwa transformasi digital dalam dunia pendidikan Indonesia bukan lagi sekadar wacana. Berbagai upaya, baik dari individu maupun kelompok, menunjukkan bahwa transformasi digital adalah proses nyata yang akan terus berjalan menuju sistem pendidikan yang lebih maju dibandingkan sekarang. Pada akhirnya, kesiapan pendidik dalam menghadapi era digital bukan hanya tentang penguasaan teknologi, tetapi juga tentang kesediaan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *