Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Curhat

Siapa yang Salah?

×

Siapa yang Salah?

Sebarkan artikel ini
Question mark sign banner. 3D rendering.
Example 468x60

Oleh: Nawwaf Absyar Rajabi, Santri-Murid Kelas X Planet Nufo

Halo, perkenalkan, namaku Rajab. Sekarang aku kelas 10.

Example 300x600

Aku mau cerita salah satu pengalaman selama sekolah tentang PR Bahasa Indonesia yang berubah jadi aksi kejar-kejaran, dan berakhir dengan kesalahpahaman yang sampai sekarang masih bikin aku mikir.

Aku sekolah di SMA 1 Angkasa, lanjutan dari SMP yang sama. Anehnya, jumlah siswa di angkatanku makin sedikit tiap tahun. Waktu kelas 7 masih 30 orang, sekarang cuma tinggal 6 orang di kelasku: 3 cewek, 3 cowok.

Nah, salah satu dari 3 cewek itu namanya Nur. Sikapnya agak tomboy — walau dia sendiri nggak pernah mau mengakuinya.

Suatu Selasa malam, aku, Bagus, dan Nur ngerjain PR Bahasa Indonesia bareng. Yang paling banyak kerja ya aku. Bagus lumayan bantu. Nur? Nggak nyumbang pikiran sama sekali.

Gara-gara itu, Bagus iseng manggil Nur “Mas”. Nur kesal, aku dan Bagus malah ketawa.

Besoknya di sekolah, aku ketemu Bagus dan Alfi di lapangan pas jam olahraga. Pas lihat Nur dari jauh, aku bisikin ke Alfi, “Eh, itu ada Mas Nur.”

Alfi langsung teriak, “Halo, Mas Nuurr!”

Nur jalan cepat ke arahku. “Heh, Rajab! Aku mau ngikutin kata otakku!”

Aku panik, langsung kabur. Dia ngejar. Aku lari sambil nengok ke belakang mastiin dia masih ngejar sampai lewat mobil MBG yang lagi bagi-bagi makanan di sekolah.

Pas Nur udah keliatan capek, aku teriak, “Oi! Ngejar aja nggak tamat!”

Dia makin kesal. Aku ketawa puas.Tapi ternyata… setelah kejadian itu, Nur berubah. Dia mulai menjauh. Yang tadinya sering ngobrol dan bercanda, jadi cuma jawab seadanya kalau diajak ngomong.

Aku sempat mikir dia kesal gara-gara panggilan “Mas” itu terus. Sampai akhirnya seminggu kemudian aku minta tolong Bagus buat minta maaf ke Nur atas namaku.

Jawaban yang Bagus bawa balik bikin aku kaget:

“Rajab, ternyata Nur menjauh bukan karena diejek ‘Mas’. Katanya dia nggak mau terus diejek kalau dia suka sama kamu.”

Aku langsung diem. Ternyata selama ini aku salah paham total. Nur bukan menjauh karena kesal tapi karena nggak mau makin diledekin soal perasaannya.

Di satu sisi lega, di sisi lain jadi sadar: bercanda yang menurutku biasa aja, ternyata bisa bikin orang lain nggak nyaman. Sejak itu aku lebih hati-hati kalau bercanda sama dia.

Dan begitulah ceritaku sama Nur. Berawal dari PR bareng, berakhir jadi kejar-kejaran, dan kesalahpahaman yang sampai sekarang masih bikin aku bertanya-tanya.

Jadi… menurut kalian, siapa yang salah di sini?

#CeritaSekolah #CurhatAnakSekolah #SMA #Kesalahpahaman

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Curhat

Halo, perkenalkan namaku Mira. Aku seorang kakak dari…

Curhat

Oleh: Rizqiyya Salsabila Queenza, Murid Kelas VI SD…