Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Regional

Gelar Seminar UMKM, Tim KKN STAI Al-Anwar Prakarsai Usaha Tepung Maizena di Logung

×

Gelar Seminar UMKM, Tim KKN STAI Al-Anwar Prakarsai Usaha Tepung Maizena di Logung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Selain dikenal sebagai penghasil garam dan ikan laut yang melimpah, Kabupaten Rembang tampaknya masih menyimpan banyak potensi dan kekayaan alam. Salah satunya sebagai komoditas penghasil biji jagung unggul. Meski bukan komoditas unggulan seperti padi dan tembakau, tanaman jagung sangat digemari petani untuk ditanam saat musim rending (red: peralihan antara musim penghujan kemarau-penghujan).

Salah satu wilayah di Kabupaten Rembang yang gemar melakukan penanaman jagung adalah Desa Logung. Meskipun terkenal dengan kualiatas dan kuantitas tembakaunya, desa kecil di selatan Kecamatan Sumber ini ternyata juga mampu menghasilkan puluhan ton jagung setiap musim panen tiba. Namun sangat disayangkan, mayoritas petani menjual hasil pertaniannya langsung. Padahal jika diolah terlebih dahulu, jagung akan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Example 300x600

Hal inilah yang coba digali dan dikembangkan oleh Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) PAR 2026 dari Sekolah Tinggi Agama Islam al-Anwar Sarang Unit 04 di Desa Logung. Setelah melakukan research, TIM KKN STAI Al-Anwar Unit 04 akhirnya berhasil menemukan solusi yang menjanjikan. Selain menjual jagung secara langsung, petani di Desa Logung juga akan diarahkan untuk mengolahnya menjadi tepung maizena.

“Setidaknya, dalam sekali panen saat musim tanam labuhan, petani di Desa Logung mampu menghasilkan 70 ton jagung kering. Dimana setiap kilogramnya, jagung hanya dihargai tiga ribu sampai lima ribu rupiah. Nah, jika sudah menjadi tepung Maizena, jagung akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi”, ucap Dewi Fitaloka saat memberikan sambutan di Seminar UMKM tadi malam (25/7/2026).

Mahasiswa semester 6 di STAI al-Anwar ini juga menjelaskan bahwa harga jagung saat sudah menjadi tepung Maizena sangat menggiurkan, yakni sekitar lima belas ribu sampai tiga puluh ribu rupiah. Selain itu, ampas jagung yang sudah menjadi limbah juga bias dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan atau pupuk organik.

“Sebagai bentuk tanggungjawab, kami tidak hanya akan memberikan kritik dan saran saja. Kami juga akan memberikan pendampingan dan pengarahan secara langsung. Selain menjadi tanggungjawab kami, hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi kami”, pungkas Dewi.

Menanggapi progam yang revolusioner ini, Sukoco selaku Kepala Desa di Desa Logung menyambut dengan tangan terbuka. Selain itu, pihaknya juga berjanji akan mendukung penuh progam tersebut.

“Terimakasih kepada Mbak-mbak KKN atas dedikasi dan ide yang luarbiasanya. Saya pribadi siap mendukung dan memfasilitasi penuh progam ini”, ucapnya.

Selain seminar UMKM, seminar yang digelar di Balai Desa Logung ini juga menampilkan demonstrasi tata cara pembuatan tepung maizena. TIM KKN STAI Al-Anwar Unit 04 juga memberikan beberapa produk olahan yang bias dibuat dari bahan tepung maizena, seperti bolu, kue pandan, dan stik maizena.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *