Oleh; Aldi Agustiana (Praktisi Pemberdayaan Masyarakat)
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga pada upaya menjaga keamanan pangan dalam setiap proses produksi makanan. Untuk meminimalisir risiko keracunan pangan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menerapkan sistem mitigasi yang dilakukan secara terstruktur mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi makanan.
Salah satu langkah mitigasi yang diterapkan ialah penguatan manajemen sumber daya manusia (SDM) melalui pembagian waktu kerja yang disesuaikan dengan jenis menu makanan. Proses memasak, pemorsian, hingga pengiriman dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat ketahanan makanan agar kualitas tetap terjaga saat diterima penerima manfaat.
Menu yang memiliki risiko cepat basi atau tidak tahan lama diproses mendekati waktu distribusi. Langkah tersebut dilakukan agar makanan tetap segar, higienis, dan aman dikonsumsi.
Selain pengaturan waktu produksi, SPPG juga menerapkan pembagian tugas yang jelas pada setiap divisi kerja, salah satunya melalui tim gudang. Tim gudang memiliki peran penting dalam proses mitigasi keracunan pangan karena menjadi tahap awal pengawasan bahan baku sebelum masuk ke dapur produksi.
Dalam pelaksanaannya, tim gudang bertugas melakukan pengecekan kualitas bahan baku dari pemasok atau suplier. Pemeriksaan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari melihat kondisi visual bahan baku untuk memastikan tidak terdapat perubahan warna atau kerusakan. Setelah itu bahan diperiksa melalui aroma dengan cara dihirup guna memastikan tidak terdapat bau yang berbeda atau menyengat.
Tahap berikutnya dilakukan dengan meraba tekstur bahan baku untuk memastikan kondisi masih baik, tidak lembek, benyek, maupun mengalami perubahan kualitas. Selanjutnya, sebagian sampel bahan juga dicicipi sebagai langkah akhir untuk memastikan bahan pangan aman dan layak digunakan dalam proses produksi makanan.
Selain kualitas, tim gudang juga bertanggung jawab dalam memastikan kuantitas bahan baku sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat (PM). Proses tersebut dilakukan melalui pencatatan, penghitungan, serta penimbangan bahan baku agar jumlah yang diterima sesuai dengan kebutuhan produksi harian.
Keberadaan tim gudang menjadi bagian penting dalam mendukung kerja ahli gizi maupun akuntan agar proses pengawasan bahan pangan dan pengelolaan kebutuhan dapur dapat berjalan lebih maksimal, tepat, dan terukur.
Melalui sistem kerja yang terstruktur, pengawasan bahan baku yang ketat, serta penyesuaian proses produksi berdasarkan karakteristik menu, SPPG terus berupaya menghadirkan pelaksanaan Program MBG yang aman, sehat, dan berkualitas bagi seluruh penerima manfaat.


















